tak ada hari ku tanpa mengingat nya.
Kini aku sendiri tanpa nya.
Dy tlah prgi jauh tak kembali.
Melupakan ku seakan tak berarti.
Namun ku begitu cinta.
Tak mgkn ku menyakiti'y dgn cara mencintai org lain.
Wlu dy lbh dulu menyakiti ku.
Aku menangis hingga tertidur menyebut nama nya.
Sungguh ku tak bs berbuat apa2 slain diam.
Mgkn sudah takdir hny ada nama nya d hati ku.
Hidup ku hrs hidup.
Tak mgkn ku rapuh.
Apalah daya ku.
=
kehilangan mu Puisi cinta dari bek_anA
tak ada hari ku tanpa mengingat nya.
Kini aku sendiri tanpa nya.
Dy tlah prgi jauh tak kembali.
Melupakan ku seakan tak berarti.
Namun ku begitu cinta.
Tak mgkn ku menyakiti'y dgn cara mencintai org lain.
Wlu dy lbh dulu menyakiti ku.
Aku menangis hingga tertidur menyebut nama nya.
Sungguh ku tak bs berbuat apa2 slain diam.
Mgkn sudah takdir hny ada nama nya d hati ku.
Hidup ku hrs hidup.
Tak mgkn ku rapuh.
=
Kemarin...
Kau toreh hatiku dengan luka
Kau tinggalkan aku begitu saja
Meninggalkan kecewa
Menjadi keping-keping kebencian
Masih juga kuingat
Saat kau berlalu dari hidupku
Aku memberontak pilu...
Bisa apa aku ?
Saat itu mengertikah kamu
Aku terpuruk menyembuhkan lukaku
Sendiri..tanpa kamu
Sadarkah saat itu..
Hati ini tak bisa menerima
Ketika kau ganti cintamu dengan yang lain
Serasa adalah mimpi terburuk
Tak ingin kukenang apalagi kuulang
Seiring waktu...
Kini kau kembali untukku
Kau katakan ingin meleburkan salahmu
Mencucinya dengan maafku
Tapi kusudah beku...
Libra & Virgo
Tegar
Disetiap lapis masa lalu
Dimana angin membatu dan musim tak lagi bergerak
pusaran waktu membuatku terhempas
lalu lepas
dari serpihan detik yang terus mengalun
menuju kehampaan kalbu dan hasrat
yang lantas menjelma menjadi noktah-noktah pucat dirangka langit
Kini,
diujung penantian
tegak kupancang tubuhku menantang badai
dan apapun juga
yang membuat
setiap desah nafasku
luruh bersama asa
Pada Saatnya
Pada Saatnya,
Ketika musim berganti
Dan gugusan mendung yang ranum
Menitikkan tetes hujan pertama
Biduk yang kukayuh akan merapat ke dermagamu
Menyibak kabut keraguan
Lalu mendamparkan hasrat yang hangat dibakar rindu
Pada Saatnya,
Di ujung perjalanan
Akan kubingkai binar matamu
Bersama gelegak gairah jiwaku
Menjadi lukisan indah di lekuk cakrawala
Dalam leleh cahaya bulan melumuri langit
ditingkah semilir angin laut dan tarian ombak
membelai lembut kristal pasir pantai
Pada Saatnya,
Akan kubuatmu terjaga dari lelap tidur
lalu bersama merajut impian yang tak segera usai,
Dalam genangan cinta dipalung kalbu
Dan getar cumbu tak berkesudahan
Ceritakan padaku tentang pedihnya sebuah kehilangan
Yang terbang diatas awan senja merah saga
Dan menyisakan ngilu menikam didada
Dalam derap waktu yang bergegas
Agar segera kubaluri hatimu
Dengan sejuk bening embun
Dan tulus cintaku
Ceritakan padaku tentang perihnya sebuah pengorbanan
Yang membakar habis segenap asamu
Dan meninggalkan sepotong lara mengendap di dasar kalbu
Agar kubuatkan untukmu
Rumah diatas awan
tepat dipuncak larik pelangi
Yang kubangun dari setiap desir rindu dan
Khayalan merangkai impian bersamamu
Dari bilik hatiku, yang senantiasa percaya
Kebahagiaan kita adalah
keniscayaan tak terlerai
Malam Pengantin
Biarkan degup jantung kita berpadu
Dalam hasrat menyala, yang sudah tersimpan rapi
Sejak cinta kita tumbuh pada awalnya
bagai matahari pagi terbit mendaki bukit demi bukit
Hingga kupasangkan cincin perkawinan
Sebagai tambatan akhir pengembaraanku
Biarkan rindu kita luluh bersama malam
Dalam lembut cahaya bulan dan kerlip kunang-kunang
Lalu perlahan membakar kedua sukma kita
Diatas ranjang peraduan beraroma kenanga
Kemudian terbang menyusuri awan
Hingga kaki langit tempat segala kenangan tentang kita
bersemayam abadi sepanjang musim
Biarkan bintang mendelik cemburu
Pada gelora cinta kita yang membias hingga batas cakrawala
Lalu berpendar indah di seantero angkasa
Dan menepis segala kesangsian
Bahwa Biduk yang kita kayuh berdua
Akan mampu meredakan sejuta badai
Sajak Rindu
Pernahkah kau bayangkan
Rangkaian mimpi yang kupahat di temaram langit
Adalah wujud rinduku yang luruh dalam hening
Dan tenggelam dalam kerik jengkerik di beranda
Pernahkah kau bayangkan
Disetiap rentang waktu yang riuh
dimana kurekat erat binar matamu
Selalu kutitipkan harap disana
Dalam desau angin dan desir gerimis senja
Pernahkah kau bayangkan
Pada kelopak mawar disudut taman
Dan jernih embun yang menitik diatasnya
Kusimpan gigil gairahku yang membara padamu
Disetiap tarikan nafas
saat kulukis paras purnamamu di kanvas hatiku
(AriE.com)
Jumat, 13 Februari 2009
AKU MeRiNdUkAn DiRiMu
TaPi ApAkAh KaMu MeRiNdUkAn AkU???
SeBeNaRnYa AkU mAsIh MeNcInTaImU
tApI kAmU sUdAh PeRgI jAuH MeNiNgGaLkAn aKu
TaPi aku harap engkau tidak melupakan aku
aku masih mengharapkan mu
tapi kenapa engkau tega lukai aku
sampai aku seperti ini
terlalu sakit hati ini
jika aku mengingat namamu
karna engkau tega menyakitiku
ma'f kan aku jika aku juga melukai mu
TaPi ApAkAh KaMu MeRiNdUkAn AkU???
SeBeNaRnYa AkU mAsIh MeNcInTaImU
tApI kAmU sUdAh PeRgI jAuH MeNiNgGaLkAn aKu
TaPi aku harap engkau tidak melupakan aku
aku masih mengharapkan mu
tapi kenapa engkau tega lukai aku
sampai aku seperti ini
terlalu sakit hati ini
jika aku mengingat namamu
karna engkau tega menyakitiku
ma'f kan aku jika aku juga melukai mu
Langganan:
Postingan (Atom)
